As long as we move forward, we will be able
to see many things* – Edison’ No Haha
 |
sumber gambar : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5162005867100982596#editor/target=post;postID=4930790459765937567 |
Saya
selalu suka membaca buku berlatar belakang sekolah lengkap dengan dinamikanya. Waktu
saya kecil dulu, ada sebuah buku setebal buku Lupus berjudul “Cerita Hantu di
Sekolah” yang mengambil latar tempat di Jepang. Dengan mengangkat isu hantu bernama
Hanako yang kerap “mengajak main” kalau seorang murid sedang sendirian di dalam
toilet nomor 4, atau hantu murid lama yang masih penasaran karena ada masalah
yang belum terselesaikan di sekolah, atau sekolah yang dekat kuburan sehingga
sedang di koridor lantai ke-sekian kerap terdengar suara-suara aneh, buku itu
sukses membuat saya menaruh perhatian dengan bangunan bernama sekolah. Yah,
walaupun fokusnya malah jadi ke cerita horor-nya, bukan kehidupan sekolah-nya. Tapi
sekarang, daripada disuruh baca cerita horor, saya memilih disuruh lari pagi.