Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Pertanyaan Revi


“Emang sebenernya apa sih yang lu cari?”

Pertanyaan pendek itu terlontar tepat beberapa detik setelah giliran saya bercerita selesai dengan penutup, “ Jadi gitu, Vi. Random idup gue mah.” Obrolan kami sebenarnya hanya berawal dari seputar hal remeh temeh tentang musik kesukaan. Bukan, jelas bukan obrolan serius tentang perkembangan musik dunia ala pengamat musik, melainkan lagu-lagu yang sering lewat saja di telinga kami.  Dari kamarnya, saya sering mendengar ada suara petikan gitar mengalunkan nada-nada lawas yang lebih familiar di telinga saya dibandingkan lagu-lagu kekinian. Sebulan berjalan, saya baru tahu bahwa orang inilah yang sering mengalunkan nada-nada petik itu dari kamar sebelah. Namanya Revi.

Kamis, 14 Februari 2013

Linda Linda Linda!!!


Karena twitter cuma menyediakan 140 karakter, dan karena baca SMS panjang bikin pusing, maka tulisan pendek rasa-rasanya lebih pas. Buat teman saya yang barusan menikah, Linda. 


Pada hari itu, saya sama sekali nggak menyangka bahwa kesamaan niat kami untuk masuk ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sama, SKM UGM Bulaksumur, ternyata mengantar kami jadi lebih sering bertemu dalam kegiatan-kegiatan yang sama di kemudian harinya. Mari kita ingat-ingat : tugas pembawa nampan ijazah kelulusan, jadi panitia ECC, nonton konser Sheila On 7, bahkan sampai topik skripsi kita sama meski kamu lulus lebih dulu daripada saya. Sadar atau tidak, ternyata banyak sekali tali-tali yang menyambungkan empat tahun kita di masa mahasiswa, lho #tsaaah. Kalo ibaratnya kita ini pengrajin kemoceng rafia, maka mungkin kemoceng kita mayoritas warna rafianya sama. Halah.
Saya tidak tahu apakah kamu menikmati semua proses itu seperti saya. Kadangpun, jujur, saya merasa bersalah karena banyak menyeret kamu masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya kamu ragu masuki, tapi saya pengaruhi sampai betul terseret. Hahaha.. Kalau betul itu sempat kejadian, saya minta maaf sekalian ya disini. Hehehe. Tapi di luar itu, saya lebih berharap agar kamu membuat porsi irisan “menikmati” yang jauh lebih besar daripada porsi untuk irisan yang lain.

Lalu datanglah hari ini, hari ketika kamu memutuskan untuk menikah.

Well, Linda, tentu saja saya nggak akan tahu kemana kapalmu akan berlayar. Tapi kamu sudah memilih nahkodamu sendiri, dan kapal sendiri untuk berlayar. Menurut saya itu sangat hebat, di kala temanmu yang satu ini masih terlalu senang menumpang kapal lewat, kamu sudah membidik kapal pribadimu sendiri. Hahaaa.. Congratulation, anyway, buat kamu dan suami berdua. Doaku, semoga kalian hidup dalam berkah yang luar biasa, bahagia, dan baik-baik saja. Seperti lagu ini.

Pilih perahu tidaklah mudah
Kita tentu tak mau tenggelam
Perahu ini milik kita
Naiklah  jangan pernah kau turun

Berlayarlah denganku bertumpulah di pundakku
Bersamaku engkau tak perlu ragu
Semuanya ‘kan baik saja

(Berlayar-nya SO7, buat Linda sama Ginsa )

Cuma ini foto yang kupunya li.. :p