Tampilkan postingan dengan label bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bicara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Setahun di lampung (bagian 2)



[lanjutan]
 Belanja di pasar
Di bawah ini saya ambilkan beberapa cuplikan menarik yang saya temui ketika melakukan transaksi di pasar tradisional. Antara heran, bingung, sekaligus bikin ketawa kalau diingat-ingat. 

Setahun di Lampung (bagian 1)



Selamat setahunan!!
Iya, selamat setahunan di Lampung. Seru banget kota ini. Lain daripada yang lain!!! :D Untuk yang belum pernah ke Lampung dan berencana memiliki karir panjang di Lampung, saya bantu kasih gambaran sedikit nih seperti apa di sini, walau hanya gambaran umum. Boleh percaya boleh enggak, tapi yang pasti ini kumpulan cerita dari apa-apa yang saya temui dan alami selama setahun ke belakang. Mariii...

Sabtu, 13 Februari 2016

Langit Samping Jendela

Tulisan super pendek (pas 200 kata) dalam rangka iseng menanggapi tantangan salah satu penerbit di Jogja untuk menulis dengan tema "petir" tanpa ada kata-kata petir di dalamnya. Aneh sih jadinya, tapi biarlah. Akhirnya menulis fiksi lagiiiiii kyaaaa.

Seorang wanita datang ke kedai. Katanya dia mencari tempat duduk dimana ia bisa melihat langit dengan leluasa. Kukatakan padanya, kedai kami tidak punya ruang terbuka.
Ia menggeleng. Kata dia, tempat itu ada di kedai ini. Kulirik jendela, awan gelap menggantung . Kilatan kecil cahaya di sela-selanya menyisik disusul geraman kecil geluduk. Kutawarkan pada wanita itu untuk duduk di meja bar sementara kucarikan tempat yang dia maksud.
“Bolehkah?” tanya wanita itu. Aku tersenyum, dan mengangguk. Duduklah wanita itu di depan meja bar, memandang ke luar lewat jendela. Tak lama kemudian, hujan benar-benar turun.
“Mbak dengar suara barusan? Suara seperti pecahan piring tapi di langit.” Aku tersenyum kecil. “Pacar saya bilang benar ini tempatnya. Dimana saya bisa lihat langit luas dan juga dia.”

Belakangan baru kusadari, meja bar kami terletak 4 anak tangga lebih tinggi daripada lantai meja para tamu dengan jendela besar tanpa terali dan mengarah ke sawah belakang. Jendela ini hiburan kami para barista saat menarik nafas dalam sebelum mulai mengucurkan susu di atas espresso dan me-latte. Wanita ini, tunangan Rama, barista kami yang beberapa bulan lalu meninggal tertimpa pohon tumbang di tengah badai hebat dalam perjalanan menuju bandara. Kata Rama sore itu, “Pacarku dateng. Aku jemput dia dulu ya.”

Sabtu, 07 November 2015

Bagaimana Jika Nanti....

Mbak, memangnya saya harus bisa Bahasa Inggris ya?

Seringnya, kekhawatiran selalu muncul di barisan paling depan. Jelas, karena yang muncul belakangan hanya penyesalan atau rasa jumawa berlebihan :p. Seperti sore itu, seorang teman kerja saya yang saat ini tengah giat belajar Bahasa Inggris, melontarkan pertanyaan di atas pada saya.

Minggu, 21 Juni 2015

Training "Jadi Wanita"

Sudah jalan 3 malam sejak penghuni di kos saya, termasuk keluarga Bapak-Ibu Kos juga, sahurnya sama-sama. Berawal dari celetukan Ari (salah satu teman di kos) di warung soto untuk sahur bersama, berlanjut membawa isu tersebut ke Ibu Kos hingga obrolan penentuan udunan (istilah di Bahasa Sunda yang artinya urunan atau patungan kalo di Bahasa Jawa) di teras yang berjalan cukup alot, akhirnya terjadilah rutinitas makan bareng itu setiap jam 4 pagi. Bah, saya nggak pernah menyangka hidup bisa selucu ini di tempat perantauan.

Pertanyaan Revi


“Emang sebenernya apa sih yang lu cari?”

Pertanyaan pendek itu terlontar tepat beberapa detik setelah giliran saya bercerita selesai dengan penutup, “ Jadi gitu, Vi. Random idup gue mah.” Obrolan kami sebenarnya hanya berawal dari seputar hal remeh temeh tentang musik kesukaan. Bukan, jelas bukan obrolan serius tentang perkembangan musik dunia ala pengamat musik, melainkan lagu-lagu yang sering lewat saja di telinga kami.  Dari kamarnya, saya sering mendengar ada suara petikan gitar mengalunkan nada-nada lawas yang lebih familiar di telinga saya dibandingkan lagu-lagu kekinian. Sebulan berjalan, saya baru tahu bahwa orang inilah yang sering mengalunkan nada-nada petik itu dari kamar sebelah. Namanya Revi.

Senin, 02 Maret 2015

What Children Say to Their Mates

I remember a day when one of my former girl student, came to me and said, “Miss, he (she referred to a boy in her class) said that I will never be able to do math and my hand writing is so bad. He did it for many times.” I looked at her and found that she cried. As usual, I didn’t believe that easily, so I check the truth by asking her about who said that bullying words to her. She told me a name, then automatically, I asked the boy who bullied my student about what he did just now.

Minggu, 11 Januari 2015

Where We Can Find “Jogja”

Yogyakarta is a lovely city since I was a child until today, though a life atmosphere of this city has already changed a lot and made me disappointed. Less public transportation in line with more hotel and department store’s projects are two reasons  why this lovely city no more comfort to live in, for some people, especially the natives. I still call it lovely for sure, but it’s not the best place in my live-longer list, actually.  
However, instead of talking about my disappointment related to Jogja, I’d prefer talking about some good places to attend either to have a me-time or group discussion. I love being a part of crowd, but not on traffic jam, Slank’s concert, nor Malioboro in peak season of holiday. Here I tell about my 3 favorite places to hold a personal or grouping time (or a small reunion) to enjoy Yogyakarta.

Kamis, 14 Februari 2013

Dia yang Sedang Membaca




Haris.
Empat hari menjelang ujian akhir semester ganjil kemarin, tangan kirinya patah karena salto di dalam kelas saat jam istirahat. Sore harinya sepulang sekolah saya menengoknya di rumah. Kata bapaknya, dia ingin masuk sekolah keesokan harinya. Jelas saja mustahil. Dan dia waktu itu cuma diam saja sambil nonton tivi membiarkan lengan patahnya terkulai di sampingnya.

Hari ini, tangannya sudah hampir sembuh dan setiap saya sapa dia kala berangkat dan pulang sekolah, dia selalu tersenyum lebar menyambutnya.

p.s : Gambar di atas diambil pada minggu ke-2 masukan semester baru. Merupakan salah satu gambar favorit saya selama tiga bulan ini karena...entahlah. Mungkin karena dia sedang membaca dengan sungguh-sungguh. :)