Sudah jalan 3 malam sejak
penghuni di kos saya, termasuk keluarga Bapak-Ibu Kos juga, sahurnya sama-sama.
Berawal dari celetukan Ari (salah satu teman di kos) di warung soto untuk sahur
bersama, berlanjut membawa isu tersebut ke Ibu Kos hingga obrolan penentuan
udunan (istilah di Bahasa Sunda yang artinya urunan atau patungan kalo di
Bahasa Jawa) di teras yang berjalan cukup alot, akhirnya terjadilah rutinitas
makan bareng itu setiap jam 4 pagi. Bah, saya nggak pernah menyangka hidup bisa
selucu ini di tempat perantauan.
Minggu, 21 Juni 2015
Pertanyaan Revi
“Emang sebenernya apa sih
yang lu cari?”
Pertanyaan pendek itu
terlontar tepat beberapa detik setelah giliran saya bercerita selesai dengan
penutup, “ Jadi gitu, Vi. Random idup gue mah.” Obrolan kami sebenarnya hanya berawal
dari seputar hal remeh temeh tentang musik kesukaan. Bukan, jelas bukan obrolan
serius tentang perkembangan musik dunia ala pengamat musik, melainkan lagu-lagu
yang sering lewat saja di telinga kami. Dari
kamarnya, saya sering mendengar ada suara petikan gitar mengalunkan nada-nada
lawas yang lebih familiar di telinga saya dibandingkan lagu-lagu kekinian. Sebulan
berjalan, saya baru tahu bahwa orang inilah yang sering mengalunkan nada-nada
petik itu dari kamar sebelah. Namanya Revi.
Sabtu, 23 Mei 2015
26!!
Entah
harus tertawa gembira atau tersenyum kalem dengan bertambahnya simbol satuan di
belakang angka 2. Tapi tentu saja saya sungguh bersyukur, sebab 4 tahun
terakhir pasca kelar kuliah, saya bisa merasakan momen pertambahan usia di 4
tempat yang berbeda : Jakarta-Kalimantan Timur-Jogja-Lampung. Yey!
Senin, 27 April 2015
Salam Kenal, Lampung!
Relatif sama
seperti kota-kota kabupaten di Pulau jawa (terutama bagian tengah dan timur), Bandar
Lampung memiliki komposisi penduduk mayoritas berparas Jawa (baca : berkulit
gelap manis kayak saya). Meski begitu, logatnya sudah bercampur, tidak terlalu
“medhok”. Di daerah perkotaannya, lalu lintas tidak terlalu padat, lahan kosong
yang dipagari lempengan seng tanpa status jelas bertebaran dimana-mana , tidak
ada bangunan tinggi kecuali beberapa hotel yang tingginya hanya bisa diimbangi oleh
1-2 pusat perbelanjaan , dan pasar tradisional cukup mudah dijumpai. Penunjuk
waktu saya sepertinya habis diputar mundur, membawa saya ke 5-7 tahun silam.
Jumat, 03 April 2015
Sore di Empang
Ada suatu hari dimana aku
sedang punya keperluan untuk bertemu dengan salah satu tetangga tapi berakhir
di sebuah empang dengan mendengarkan Frendi, Ayu, dan adiknya Ayu bercerita
tentang asiknya berburu tude
(kerang, dalam bahasa Bugis).
Frendi
dan Ayu adalah murid di sekolah dimana aku mengajar sebagai guru kala itu. Kami
tinggal di sebuah desa perantauan Jawa dan Bugis bernama Desa Maruat yang
dikelilingi oleh pohon kelapa hijau dan berpetak-petak sawah.
Senin, 02 Maret 2015
What Children Say to Their Mates
I remember a day when one of my former girl student, came to
me and said, “Miss, he (she referred to a boy in her class) said that I will
never be able to do math and my hand writing is so bad. He did it for many
times.” I looked at her and found that she cried. As usual, I didn’t believe
that easily, so I check the truth by asking her about who said that bullying
words to her. She told me a name, then automatically, I asked the boy who
bullied my student about what he did just now.
Senin, 16 Februari 2015
Lagu Suka-Suka (1)
![]() |
| Sumber gambar: https://cnbstorm.files.wordpress.com/2011/12/20111205_cnblue_724484_5.jpg |
Langganan:
Postingan (Atom)
